| Keterangan |
: -Pengalaman seorang ayah dengan putranya, Raja, menjadi benih naratif buku ini. Raja bukan hanya nama, melainkan cermin bagi banyak anak muda yang sedang menimbang kampus, jurusan, profesi, cita-cita, dan panggilan hidup. Ayahnya bukan tokoh yang serba tahu, melainkan manusia yang belajar menjadi pendamping: kadang tegas, kadang ragu, kadang hanya mampu berdoa setelah semua nasihat selesai diucapkan.
Buku ini tidak hendak menyempitkan masa depan anak menjadi daftar pekerjaan, sebaliknya justru ingin membuka cakrawala, tetapi dengan pijakan. Sebab manusia bukan hanya makhluk pencari karier. Ia adalah hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada Rabb-nya, khalifah yang memikul amanah perbaikan, dan anggota umat yang diminta saling berpesan dalam kebenaran serta kesabaran. Dengan pijakan itu, kampus, profesi, dan dunia luas tidak menjadi tempat tersesat, melainkan medan bersaksi.
|